DI ZAMAN RASULULLAH SAW, ADA KISAH YASIR DAN KELUARGANYA GUGUR DALAM KESEMPURNAAN IMAN
("***1;**") Abu Jahal yang nama aslinya adalah Ammar Bin Hisyam, setiap hari marah2 karena budak2nya masuk agama Islam, tanpa rasa takut mereka melakukan di depan matanya bahkan ada satu keluarga budak Abu Jahal menjadi pengikut Rasulullah saw, mereka adalah Yasir dan istrinya Samiyyah, serta dua anaknya, Ammar dan Abdullah.
Pada suatu hari mereka dihadapkan ke pengadilan dengan tangan kaki terbelenggu, "Kalian memang keparat teriak Abu Jahal, Muhammad itu anak gila, mengapa kalian ikuti? Jika ingin selamat kalian harus keluar dari Islam". Keempat orang itu diam saja mulutnya sambil membaca kalimah2 Tauhid. "Kalian bedebah di hadapanku masih berani menentangku, mau minta tolong kpd siapa kamu?" Sambil berteriak2 cambuk Abu Jahal mendarat di tubuh ke empat orang satu keluarga itu, "Kalian mau minta tolong kepada Muhammad? Dia tak akan sanggup menolong kalian ", mereka tetap diam tak sepatah pun keluar dari mulut mreka kecuali ucapan Syahadat. Kemurkaan Abu Jahal makin memuncak cambuknya makin deras menghantam tubuh mereka, namun sedikit pun mereka tak bergeming. Kemudian Abu Jahal memerintahkan algojonya untuk memanggang tubuh mereka di atas bara api, demikianlah keadaan keluarga Yasir. Seorang demi seorang di panggang hidup2...... Mendengar penyiksaan Abu Jahal atas keluarga Yasir, Rasulullah saw datang menjenguk mereka, namun beliau tidak dapat berbuat apa-apa, tak dapat menolong mereka, karena mereka budak orang lain dan pada saat itu belum turun ayat yg menyatakan perang... Dengan meneteskan air mata Rasulullah saw mendekati mereka dan bersabda ; "Sabarlah hai keluarga Yasir, pada saatnya nanti masa akan berubah, dan sesungguhnya di depanmu telah menanti surga yg dijanjikan..." Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tanganya dan berdo'a, "Ya Allah, berilah kelapangan jiwa bagi keluarga Yasir." Abu jahal dan anak buahnya tertawa lebar-lebar, dan setelah Rasulullah pergi ia berkata ; "Kalian lihat, junjunganmu yang kau Agung2 kan ternyata pergi begitu saja, tanpa bisa berbuat apa2 untuk menolongmu,.." Kata Abu Jahal.
Setelah dipanggang terus akhirnya gugurlah Yasir dalam kesempurnaan Iman. Ammar hanya menundukkan kepala, sedih dan bangga melihat kematian ayahnya. Kemudian Abdullah saudara Ammar, badanya yg sakit-sakitan tak kuat lagi menahan siksaan yang diluar batas itu, akhirnya dia pun wafat. Namun pada detik terakir dia sempat tersenyum. Tanda keteguhan Imanya. Melihat hal itu Abu Jahal semakin gusar sambil bertriak2 "Angkat Samiyyah, perempuan keparat itu ".
Para anak buah Abu Jahal mengangkat tubuh Samiyyah dan didudukan. Sementara itu Ammar masih dipanggang dengan hebatnya. “Kalau kau mau keluar dari Agama Muhammad, Ammar yang hampir mampus itu akan ku lepaskan”. kata Abu Jahal kpd Samiyyah. "Urusan Ammar adalah urusanya sendiri, dia punya tanggung jawab kepada Allah SWT. Sebagaimana aku juga punya tanggung jawab TerhadapNya, apapun yang aku lakukan tidak ada sangkutannya dengan dia". Jawab Samiyyah dengan tenang. Meskipun tubuhnya menahan rasa sakit yang hebat. Abu Jahal makin geram sambil berkata “Kembalilah kau kpd agama Lata dan Uzza. Jiwamu nanti akan selamat, Jika tidak...." "Mengapa kalian buang2 waktu dan tenaga saja". kata Samiyyah. “Jika kalian ingin membunuhku, silahkan sampai matipun aku tetap menjadi pengikut Muhammad”. “Jika demikian mampuslah kalian!” Teriak Abu Jahal sambil memberi isarat kepada anak buahnya. Maka terjadilah peristiwa yang mengerikan, yang tak sanggup sejarah mencatatnya. Samiyyah di telanjanginya bulat2, tubuhnya yang halus diturunkan kedalam pasir yg panas, setelah mengalami penyiksaan itu, Abu Jahal mengambil sebilah pedang, lalu pedang itu di tusukan pada kemaluanya Samiyyah, lalu disobeknya tubuh perempuan itu. Dengan sentakan kalimah Tauhid samiyyah menjerit untuk terakir kalinya, menangis kpd Tuhan, dan gugurlah perempuan itu dalam kesempurnaan Iman dan Akidah.
Kemudian Ammar karena tidak mempan penyiksaan diatas api, dilepaskan ikatanya, lalu dipaksa untuk memakai baju besi, dan dijemur di tengah2 padang pasir di bawah panasnya matahari. Karena tidak tahan Ammar mohon untuk dilepaskan. Mulutnya mengakui murtad, tetapi hatinya tetap beriman. Dan akhirnya ia dibebaskan oleh Abu Jahal. Mendengar sikap Ammar itu, para sahabat jadi gempar, mereka kemudian lapor kepada Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah, Ammar telah murtad dari Agama kita, dia mengaku ke Agama nenek moyangnya kepada Abu Jahal”. Dengan bijaksana Rasulullah menjawab, "Allah telah mencampur Iman Ammar diantara ujung rambut hingga ujung kakinya, Allah pun mencampur imannya dengan daging serta darahnya”. Sabda Rasulullah ini di ucapkan karena telah turun surat An Nahl ayat 106. Yg artinya ; “Barang siapa kufur kpd Allah, maka terlaknatlah dia. Kecuali jika ia dipaksa. Padahal hatinya tetap beriman. Adapun yg kafir dalam dadanya ia akan menerima neraka dari Allah. Dan mereka akan di dera dengan siksa yang sangat besar”. Demikian, maka selamatlah iman Ammar dan selamat pula badanya. Juga tingkat kekuatan akidahnya tdk berada dibawah mereka yang mati mempertahankan keyakinanya....!!! Demikian kisah keluarga Yasir.. Semoga Allah swt selalu memberi RahmadNya kpd kita,,, Amiin,,,,,...!!!